About

bismillahirrahmaanirrahiim

Yayasan Ahad Mulia (AM) dengan web ahadmulia.org adalah inisiatif dari Yan Tirtha Mulia, SP sebagai co foundernya.  Bermula dari semangat pengembangan pendidikan terhadap anak-anak para pemulung di Tangerang Selatan, yayasan ini berusaha menyekolahkan beberapa anak-anak tersebut.  Tidak hanya sekolah saja yayasan juga berusaha untuk melakukan pembinaan keislaman yang rutin dilakukan setiap minggunya.  Selanjutnya founder juga miris melihat begitu banyak remaja yang tidak tentu arah di umur produktif mereka, maka atas nama yayasan pun dilakukan pendekatan dan pembinaan keislaman yang juga rutin dilakukan setiap minggunya.  Semua kegiatan dilakukan dengan funding mandiri.  Tidak hanya di Tangerang Selatan Yayasan Ahad Mulia juga melakukan hal yang sama di daerah yang masih masuk kategori terbelakang yaitu Kampung Pasirjati, Kabupaten Lebak-Banten.

Cita-cita kemandirian keuangan membuat yayasan fokus menggarap pendidikan dan dalam upaya bergerak lebih baik maka mulai di bentuk kelembagaan legal pada tanggal 1 November 2013 dengan akta notaris Bronto Hartono, SH.,M.Kn No.03 dimana Yayasan Ahad Mulia/Ahad Mulia Foundation (AMF) memiliki visi dan misi sebagai berikut :

V I S I     :

“Menjadi tangga ke surgaNya Allah dan  pencetak pemimpin unggul masa depan Indonesia yang berakhlaq quran”

M I S I    :

  • Berperan dalam pendidikan sosial ekonomi masyarakat Indonesia.
  • Berperan dalam pembinaan (tarbiyah)  Kemandirian dan Keberlanjutan Pangan Sehat bagi masyarakat
  • Berperan dalam mencetak pemimpin unggul yang berakhlaq quran, dengan berbagai bentuk pembinaan generasi muda
  • Berperan dalam keteladanan lembaga yang accountable dan auditable

PRINSIP:

Barangsiapa yg keinginannya hanya kehidupan akhirat maka Allah akan memberi rasa cukup dalam hatinya, menyatukan urusannya yang berserakan & dunia datang kepadanya tanpa dia cari . (HR Turmudzi)

Barangsiapa yang keinginannya hanya kehidupan dunia maka Allah akan jadikan kemiskinan selalu membayang-bayangi di antara kedua matanya, mencerai beraikan urusannya & dunia tidak akan datang kepadanya kecuali sekedar apa yang telah ditentukan baginya. (HR Turmudzi)